Boawae Akhirnya Punya SMA Negeri
POS KUPANG.COM, BOAWAE -- Kerinduan dan Perjuangan Masyarakat Raja, Kecamatan Boawae terhadap kehadiran sebuah sekolah menengah atas (SMA) negeri akhirnya terjawab.
Selasa (24/5/2016), bertempat di Desa Raja, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meresmikan berdirinya SMA negeri pertama di Kecamatan Boawae.
SMA Negeri yang diberi nama SMAN 1 Boawae
itu terletak di Desa Raja. Meskipun keberadaan sekolah tersebut baru
resmi diakui Selasa siang, namun proses belajar mengajar di sekolah itu
sudah berlangsung dua tahun lalu. Saat ini SMAN 1 Boawae telah mengasuh 164 siswa yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar.
Peresmian SMAN 1 Boawae ditandai dengan penandatanganan prasasti pembangunan gedung sekolah oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya.
Peresmian SMAN 1 Boawae
yang diawali dengan upacara Pa Bhada dan Perayaan misa ekaristi yang
dipimpin Romo Vikep Bajawa, Romo Daslan berlangsung meriah.
Gubernur Lebu Raya dalam sambutannya, mengatakan, kehadirannya dalam
peresmian sekolah itu dan mendapat kesempatan meresmikan pembangunan
gedung sekolah tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya terhadap
pendidikan di NTT.
Lebu Raya mengatakan, anak harus terus didorong untuk menjangkau
pendidikan. "Semua anak di NTT harus bisa menjangkau pendidikan. Kalau
tidak ada biaya, ada beasiswa. Bayangkan kalau anak di Raja sekolah di Boawae, akan banyak anak yang putus sekolah. selain jarak, juga biaya," kata Lebu Raya.
Lebu Raya menegaskan, anak NTT harus sekolah karena ke depan tantangan kehidupan dan dunia kerja sangat kompleks.
"Bayangkan kondisi kita 50 tahun ke depan. Kalau kita tidak siapkan
dari sekarang anak-anak kita akan kalah bersaing," demikian Lebu Raya.
Pada kesempatan itu, Lebu Raya juga mengatakan, telah menerima usulan
pembangunan tiga SMA baru dan siap diproses di Pemerintah Propinsi NTT.
"Saya terima usulan tiga SMA baru. Saya saya sempat bertanya, mengapa
SMA semua, tidak ada SMK. Tetapi tidak apa-apa kami tetap reapon
positif, sehingga tahun depan bisa diresmikan," janji Lebu Raya.
Dikatakan Lebu Raya, mulai tahun 2017 seluruh pengelolaan SMA/SMK
diambilalih oleh Pemerintah propinsi dan setiap SMA/SMK baru diresmikan
oleh gubernur.
Seiring dengan pengalihan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK
tersebut, lanjut Lebu Raya, Pemerintah Propinsi NTT juga akan mengambil
alih pembiayaan gaji untuk guru honor di SMA dan SMK. " Namun jadi
masalah saat ini ada guru kontrak di SD dan SMP diangkat dan dibiayai
pemerintah propinsi. Sementara mulai tahun depan pemerintah propinsi
tidak boleh lagi membiayai guru honor di SD dan SMP," demikian Lebu
Raya.*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar